Tulisan berikut adalah versi asli dari tulisan yang dimuat pada rubrik persepsiku akademia harian JogloSemar 26 September 2011.
Ada beberapa indikasi di dalam pelaksanaan green campus diantaranya adalah kehijauan kampus, pemanfaatan ruang, efisiensi energi, penggunaan air, pengolahan limbah, dan sistem transportasi yang ramah lingkungan. Jika kesemuanya dapat dimaksimalkan maka kampus tersebut patut disebut sebagai kampus hijau.
Dalam praktiknya pihak pemangku kekuasaan di kampus masih kerepotan dengan bagaimana dapat mewujudkan kampus hijau?. Sebagian kampus terbentur dengan masalah lahan kosong yang minim, di kampus lain terhambat oleh masih banyaknya mahasiswa yang memakai kendaraan bermotor dikarenakan jarak tempat tinggal yang relatif jauh dari kampus.
Ternyata tidak mudah mewujudkan kampus hijau yang ideal. Kemudian bagaimana cara sederhana untuk merealisasikan program tersebut?. Ada beberapa opsi diantaranya memaksimalkan taman kampus yang telah ada atau menggunakan celah kosong di kampus untuk ditanami tumbuhan hijau dengan sarana pot bunga. Selain itu meminimalisir penggunaan energi listrik dengan langkah mematikan lampu, kipas angin atau ac saat ruangan tersebut kosong.
Dalam hal pengolahan limbah, setiap kampus setidaknya menyiapkan tempat sampah dan membedakan berdasarkan jenisnya. Bekerjasama dengan pihak ketiga juga dapat dilakukan untuk proses pengolahan limbah tersebut, misalnya bekerjasama dengan pengelola ‘bank sampah’. Sedangkan untuk mengurangi volume kendaraan bermotor, dibeberapa kampus telah diberlakukan peraturan bagi mahasiswa baru untuk menggunakan sepeda angin. Semua langkah diatas harus diawali dengan sosialisasi dan pemahaman yang benar tentang program kampus hijau.
Dengan melakukan hal-hal kecil tersebut kelak akan terlaksana program besar kampus hijau. Tentunya dengan dukungan regulasi serta kesadaran seluruh warga kampus untuk menaatinya. Alhasil, kampus menjadi hijau, udara sejuk tanpa polusi, bersih tanpa sampah yang menjadikan proses pendidikan menjadi lebih baik.

menurutku yang paling penting adalah air, tanpa air usaha penghijaun taman mustahil,…kita tahu uns itu iklimnya tropis kering dan panas beda sma UB malang yang notabene tropis sejuk-dingin dimana tumbuhan pun akan kelihatan hijau sepanjang waktu….sistem perairan taman yang terus menerus sangat diperlukan karena untuk meningktkan kelembaban udara guna mengimbangi penguapan…pertanyaan besar apakah bisa uns menyediakan sistem perairan ini (perairan pancur divergen)? dimana ada air disitu ada kehidupan….lihat saja sungai didepan rektorat itu seperti apa
Oleh: biodevsc on Oktober 2, 2011
at 10:31 am
YUP…. Pengin ke malang………..
Oleh: weebee on November 11, 2011
at 6:07 am
saya suka itu
saya minta tolong juga dengan aksimu di UNISRI bersama teman2 Mahasiswa semuanya untuk melakukan aksi untuk menentang soal perluasan kantor dengan menghilangkan lahan hiaju di kampus kita ini…………saya tunggu kepedulianmu dengan aksimu kawan
Oleh: Nova Rock ItuGila on November 20, 2011
at 1:55 pm
SIAP
Oleh: weebee on November 29, 2011
at 1:56 pm