Guru: ” Enak ya jadi pegawai bank, tiap hari pegang duit terus”
Pegawai Bank: “Enak ya jadi guru, jam 2 siang udah istirahat di rumah”
Bupati: “Enak ya kalo jadi presiden, tinggal perintah-perintah aja”
Presiden:”Enak ya jadi bupati, cuma ngurus sedikit wilayah”
Pernahkah kita merasakan menjadi orang lain itu lebih enak?? Pernahkah kita merasa menyesal menjadi diri kita sendiri??. Meskipun hanya terlintas dipikiran, saya rasa kita semua pernah membayangkannya.
Ada pepatah “Rumput tetangga nampak lebih hijau”. Padahal tetangga kita juga merasakan rumput kita lebih hijau. Itulah manusia, orang jawa sering mengistilahkan ‘WANG SINAWANG‘, sawang berarti melihat/menilai. Jadi secara bebas dapat diartikan saling melihat atau saling menilai.
Syeh Siti Jenar, seperti di dalam buku yang pernah saya baca, manusia hidup didunia ini dikendalikan oleh ‘persepsi’. Padahal Tuhan tidak berkehendak sesuai persepsi kita namun sesuai persepsi Tuhan. Parahnya, persepsi manusia tidak sesuai dengan persepsi-Nya. Kebanyakan manusia melihat sesuatu dengan ego.
Kita punya pandangan bahwa orang yang kaya+punya jabatan adalah orang yang terhormat, namun tuhan menilai orang yang hidup sesuai kata-kataNya adalah yang lebih baik. Masih banyak lagi perbedaan persepsi diantara kita dengan Tuhan.
Kembali ke wang sinawang, jangan kira orang yang kita anggap enak hidupnya merasakan sesuai persepsi kita. Ketika kita tanya ke orang tersebut, pastilah ia membeberkan betapa sulit kehidupannya yang kemudian dibandingkan pula dengan orang lain. Karena kita diciptakan Tuhan dengan masing-masing masalah. Saya dengan masalah saya sendiri sedangkan Anda pun hidup dengan masalah Anda sendiri.
Ketika 5 orang berkumpul, masing-masing dari mereka diberi ‘soal’ oleh Tuhan yang diharapkan bisa diselesaikan. Jadi marilah menilai semua dengan fair, semua yang terlihat dengan mata telanjang tidak sesuai dengan kenyataan. Yang terpenting dalam menghadapi masalah adalah kepercayaan bahwa “Tuhan tidak akan memberi ujian diluar kemampuan kita”. Akhirnya, akhiri wang sinawang, mari mengerjakan ‘soal’ dari Tuhan. Masalahku masalahku, masalahmu masalahmu.

salam irawanisme!!
Oleh: manikmaya on September 13, 2011
at 5:10 pm
hahaha….
salam juga. irawan – is – me……
Oleh: weebee on Oktober 1, 2011
at 1:37 pm