Sebuah Pengantar

By weebee

Bila seorang makhluk yang telah cukup dalam hidupnya, kala detik. Itupun jika bumi yang berpijak menerima. Tiba pula sinar yang kelak menerangi gelap tanpa satupun. Hanya pula semua tak (ingin) tahu, apakah gerangan sinar itu, apapula yang disinarinya. Hanya satu gelap yang berjalan diatas logika. Sinarnya menembus tirai kesempurnaan yang fatamorgana. Siapa gerangan?

Dulu satu ruang yang empunya milikipun. Kosong. Tanpa apa adapun semua tak mengerti. Hanya sekuntum yang terperanga, tanpa kata. Satu kata yang senantiasa terasa di daunku. Aku siap…

Satu Tanggapan ke “Sebuah Pengantar”

  1. nonadita Berkata:

    blogger baru ya? Belum ada postingannya.e

    Welcome to blogosphere!

Tinggalkan Balasan